PERUBAHAN BUDAYA MELAUI MEDIA

PERUBAHAN BUDAYA MELAUI MEDIA

Setiap negara pasti mempunyai budaya yang berbeda-beda. Bahkan setiap daerah mempunyai budaya yang berbeda juga. Hal ini terjadi dikarenakan manusia mempunyai tempat tinggal yang berbeda, agama, ras, suku bangsa, bahasa dan lain sebagainya. Untuk itu menurut pemakalah untuk memahami kebudayaan suatu bangsa atau daerah pelajarailah bahasanya, karna bahasa adalah pergaulan, semakin banyak kita mengetahui bahasa maka akan semakin banyak pula budaya yang dapat kita ketahui.

Namun semakin banyak budaya yang diketahui semakin banayak pula perubahan budaya yang dipakai terutama pada kalangan remaja. Mulai dari gaya pakan, gaya rambut dan sikap serta tindakan yang dapat merusak moral anak bangsa, hal ini terjadi karena dicontoh hanya budaya yang yang mempunyai nlai-nilai negatinya saja. Tanpa memperhatkan nilai-nilai positif dalam suatu budaya tersebut Dan meninggalkan budaya sendiri, perubahan yang terjadi ini tentu adanya alat yag di guanakan yaitu teknologi informasi

Perubahan cepat dalam teknologi informasi telah merubah budaya sebagian besar masyarakat dunia, terutama yang tinggal di perkotaan. Masyarakat di seluruh dunia telah mampu melakukan transaksi ekonomi dan memperoleh informasi dalam waktu singkat berkat teknologi satelit dan komputer. Pemerintah dan perusahaan-perusahaan besar mampu memperoleh kekuasaan melalui kekuatan militer dan pengaruh ekonomi. Bahkan perusahaan transnasional mampu menghasilkan budaya global melalui pasar komersil global, Perubahan budaya lokal dan sosial akibat revolusi informasi ini tidak dapat dielakkan. Masyarakat perkotaan yang memiliki akses terhadap informasi merupakan kelompok masyarakat yang langsung terkena pengaruh budaya global. Akses informasi dapat diperoleh melalui media massa cetak maupun elektronik, internet, dan telepon.Masyarakat konsumen Indonesia mutakhir tumbuh beriringan dengan sejarah globalisasi ekonomi dan transformasi kapitalisme konsumsi yang ditandai dengan menjamurnya pusat perbelanjaan bergaya seperti shopping mall, industri waktu luang, industri mode atau fashion, industri kecantikan, industri kuliner, industri nasihat, industri gosip, kawasan huni mewah, apartemen, iklan barang-barang mewah dan merek asing, makanan instan (fast food), serta reproduksi dan transfer gaya hidup melalui iklan dan media televisi maupun cetak yang sudah sampai ke ruang-ruang kita yang paling pribadi. Hal ini terjadi di banyak masyarakat perkotaan Indonesia.

pada umumnya orang Indonesia menganggap bahwa budaya asing (western culture) itu adalah budaya yang membawa dampak negative bagi kita sebagai orang Indonesia terlebih kepada generasi mudanya. Akan tetapi kalau dilihat dari sisi lain lagi banyak juga budaya orang asing yang memberikan dampak  atau  nilai-nilai positif yang dapat kita ambil dan kita budayakan dalam Negara kita. Hal ini dapat kita lihat sebagai contoh kecilnya dimana orang-orang asing telah membudayakan membaca. Mereka selalu menggunakan waktu luang mereka untuk selalu membaca dimanapun dan kapanpun, baik itu waktu sarapan, menunggu bis, di dalam bis , bahkan sampai kedalam toilet pun mereka tidak lupa untuk membaca baik itu buku, Koran, majalah dan sebagainya yang dapat memberikan ilmu pengetahuan kepada mereka.

Tentunya hal ini sangat berbeda dengan kita sebagai orang indoseia yang hanya mempergunakan waktu luang dengan hal-hal yang tidak bermanfaat dimana hal ini dapat lihat sebagai contoh kecilnya orang-orang yang berada dalam bus, kebanyakan orang-orang yang berada dalam bus bermenung menunggu sampai ke tujuan. Tidak ada satu pun yang membaca buku, kalaupun ada orang yang membaca sudah pasti dapat ditebak dia itu seorang yang kutu buku.

Itulah ironinya kita sebagi bangsa Indonesia yang hanya mau mencontoh budaya asing dari niai-nilai negatifnya saja. Belum lagi gaya  hidupnya yang yang selalu mengikuti gaya kebarat-baratan. Coba seandainya kita juga membudayakan membaca. Pasti kita akan dapat mendapatkan ilmu pengetahuan yang banyak, karna salah satu jalan untuk mendapakan ilmu pengetahuan yaitu dengan membaca.

Setiap budaya pastinya baik dan sudah sesuai menurut masyarakat yang menganut atau menciptakan budaya tersebut. Karena tidak akan mungkin tercipta suatu budaya tanpa adanya kesesesuaian dalam suatu masyarakat yang menganut budaya tersebut. Akan tetapi kadang kala suatu budaya  tidak bisa disesuaikan atau di terapkan dalam suatu masyarakat atau Negara. Sebagai contoh budaya busana orang barat pasti tidak cocok bila diterapkan dalam budaya busana orang arab. atau budaya busana orang pantai tidak cocok diterapkan dengan budaya busana orang pegunungan, Untuk itu kita sebagai orang yang berpendidikan harus bisa memilih mana budaya yang baik yang dapat dilaksanakan dalam masyarakat dimana kita tinggal, karena budaya asing itu mempunyai nilai fositif dan negative.

Memang seharusnya kita belajar banyak kultur seseorang apalagi dari negeri tegangga dan harus lebih memahaminya bukan berarti kita menerapkan pada diri kita. Perbedaan budaya mencakup lebih dari sekedar variasi dalam makanan, bahasa, dan penampilan. Kultur individu cermin wawasan yang sangat mendalam, nilai-nilai, dan keyakinan yang mempengaruhi cara seseorang hidup dan cara orang melihat dunia Belajar, kultur negeri orang memungkinkan Saya untuk belajar tentang diri sendiri, memberikan saya berkesempatan untuk melepaskan diri dari rutinitas dangkal.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s